REVIEW

SOME OF FEBRUARY’S FAVE – feat cocoa and yagi naturals

Sebenernya ga berniat nyambung-nyambungin bulan februari sama coklat sih haha tapi nyatanya blogpost ini akan banyak cerita seputar coklat dan kebetulan ditulis dibukan februari hehe.

Ngomong-ngomong soal coklat, adakah yang pernah cari tau sejarahnya?

Walaupun bukan termasuk anak yang kalo disekolah dapet nilai gede, tapi saya termasuk orang yang seneng banget cari tau story behind dari banyak banget hal, dan coklat adalah salah satunya.

Kalau ada yang tertarik juga, yang paling mudah (selain googling) mungkin bisa lihat di animasi Ted-ed ini yaa :

NETFLIX ROTTEN DOCU SERIES : Rotten S02 – Bitter Chocolate

Mungkin ada beberapa yang suka nonton rotten juga, tapi bagi yang belum pernah dengar sebelumnya, rotten adalah tv series dokumenter asal amerika yang diproduksi netflix dan zero point zero. Fokus ceritanya tentang masalah-masalah dalam proses supply makanan. Nah, dimusim ke2 penayangannya ada episode yang khusus cerita tentang child labor and modern slavery in chocolate industry.

Based on rotten : For many of us, chocolate is pure pleasure. Its a lil bit heaven that we eat. But the real story of chocolate is a supply chain where our affordable luxury is pair for in misery and exploitation. Cocoa only grows in certain latitudes in a specific climates. 60% (nearly 2/3) of the world’s cocoa comes from west africa, Ghana and Cote d’Ivoire. For ever the last 40 years have become the two powerhouses of cocoa production.

www.netflix.com

Selain masalah lingkungan yang diangkat (mulai dari perusakan hutan hujan dan habitat simpanse, sampai taman nasional yang juga ditebang demi produksi cacao), ada juga masalah HAM. Karena yang terjadi lebih dari beberapa dekade ini di afrika adalah yang dewasa menjadi buruh coklat upah rendah, sementara anak2 dibawah umur dipekerjakan tanpa dibayar. As poor farmer, pilihannya sering kali adalah protecting the rain forest and feeding your family. Yang dimana terdengar seperti bukan pilihan yah huhu.

Buatku its nice and informative video. Because while being able to consuming chocolate is nice, slavery and exploitation is definitely not so nice. Bagi yang berminat nonton juga, menurutku visual dan narasinya tetep bikin nyaman tanpa terasa menyudutkan pihak-pihak tertentu.

Untuk official trailernya bisa lihat disini yaa :

Selain rotten, kalau mau cari tau tentang cerita lain dari coklat bisa lihat film The dark side of chocolate :

JADI SETELAH CARI TAU STORY BEHIND DAN NONTON FILM DOKUMENTERNYA, MASIH NGONSUMSI PRODUK-PRODUK COCOA DAN TURUNANNYA GA SEHARI2?

Jawabannya adalah, iyaaa aku masih suka ngonsumsi, meskipun sangaat berkurang dan sejujurnya ga berniat ditiadakan 100%. Buat saya penting banget buat tau batasannya antara memperkaya perspektif diri dan tetep menjalani hidup dengan idealis, realis, bahagia dan seimbang. Artinya ga semua informasi yang saya lihat ga akan langsung diserap bulat2.

Buat saya tujuan setiap nonton film dokumenter atau cari tau terhadap issue tertentu bukan untuk semata2 bikin perasaan jadi serba salah dan ga enak. Bukan juga buat nyalahin atau menghakimi produsen atau industri tertentu. Tapi supaya punya perspektif lain. Supaya punya rem juga saat mengkonsumsi sesuatu. Supaya mengerti dari hulu ke hilirnya. Supaya tau apa yang dikorbankan untuk kebutuhan (atau mungkin cuma keinginan sesaat) saya. Supaya bisa cari alternatif lain juga jika memungkinkan. Misalnya mengkonsumsi dari brand yang juga lebih memikirkan tanggung jawabnya dari hulu ke hilir. Nah soal ini, salah satu brand skincare lokal dengan bahan dasar coklat yang juga memikirkan keberlangsungan lingkungan adalah Yagi Naturals, selengkapnya saya coba ulas dibawah yaa.

SELFCARE WITH YAGI NATURALS COCOA BUTTER

Self-care can mean different things to each individual, and i’m agree that it isn’t always about pleasure, comfort or what feels good. Self-care is beyond.

I know I know, selfcare is a popular topic these days and somehow-sometimes its overrated by people. Rasanya hampir semua yang dilakuin bisa disambung-sambungin atau dialesanin atas nama selfcare. Tapi buat saya yang selalu tertarik dengan issue self improvement dan percaya bahwa kebahagiaan dan kesehatan dibentuk dari faktor mind-body-soul and spiritual (lengkapnya sila baca disini yaa), selfcare memang jadi salah satu hal yang diperhatikan dalam keseharian saya.

Sama sekali bukan orang yang rajin perawatan untuk tujuan kecantikan sebetulnya, tapi saya percaya When we feel better about our body, we feel better about ourselves. Dan saya sukaa sekali ada dalam kondisi merasa nyaman dengan diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

JADI PAKE APA PAKE APA BEBERAPA BULAN TERAKHIR INI?

Setelah selesai masa-masa 5 bulan kehamilan awal yang sama sekali ga bisa nyium aroma apapun kecuali aroma mint, akhirnya sekarang mulai bisa nyium aroma lain lagi selama bukan yang synthethic and artificial. Beberapa bulan terakhir ini coba pake Body butter dan body scrub-nya Yagi Natural untuk kedua kalinya dan coba sabun batang orange cocoa untuk pertama kalinya.

IS IT SAFE FOR PREGNANCY WOMEN

Most pregnant women know that what they put in their bodies can affect the well-being of their growing baby. And yes, its safe and friendly for pregnant woman.

Umumnya ada beberapa bahan yang biasa dihindari oleh wanita hamil dan menyusui. Beberapa diantaranya retinol, salicylic acid, fragrance, isopropyl, butyl, parabens dll. Sementara untuk Yagi Naturals, bahan utamanya lemak coklat yang diambil di Indonesia yang dicampur dengan natural ingredients lain seperti minyak zaitun, minyak kelapa murni, lilin lebah hutan dll yang emang dirancang untuk tropical weather.

LALU JIKA TERKAIT ISSUE COCOA YANG DIBAHAS DIATAS, BAGAIMANA?

Salah satu alesan yang ngebuat saya seneng pake produk ini justru karena story behind-nya. They partnering with cocoa farmers in East Java (yes, they bought it in reasonable price) and in process of coaching and training with cooca farmers in South East Aceh. The reason is to ensure a sustainable cocoa supply and stimulate farmers behavior not to change their plant into palm oil plantation. Selain itu, setauku mereka juga no animal testing.

SAMPAHNYA GIMANA?

Buat saya pribadi mau bikin produk diy sendiri di rumah atau beli refill di bulkstore atau beli produk yang ramah lingkungan ataupun beli produk konvensional selalu punya proconsnya masing-masing. Khusus untuk produk2 ini kebetulan material kemasannya dari metal yang masih bisa dipakai ulang atau dibawa ke dropbox setelah dicuci dan dikeringkan. Eh ya kalau si sabunnya ada lapisan kertas yaa diluarnya. Sejujurnya aku kurang paham kertas kemasan sabunnya bisa direcycle atau engga :).

WHY COCOA

because cocoa is more than just dessert. Cocoa has been used in medicine for around 3000 years and it might help keep our skin healthy because cooca butter could moisturize the skin longer without reapply.

TERDAFTAR DI BPOM GA?

yesss, walaupun artisan lokal tapi mereka terdaftar di bpom. Rasanya selalu seneng sekali setiap ada artisan lokal yang ngegarap produknya dengan serius dan memastikan keamanan serta kenyamanan konsumennya. Hal-hal kaya gini selalu bikin saya sebagai konsumen less worry dan lebih percaya serta ngerasa aman dan nyaman buat make suatu produk jadinyaa.

Sekian cerita-cerita coklat kali ini, Kalau ada yang tertarik untuk coba, produk2 ini bisa didapet via web, shopee dan tokped yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *