CONSCIOUS LIVING

BEACH CLEAN UP ANCOL JAKARTA

3-4 tahun terakhir ini rasanya lumayan sering liat foto-foto binatang laut yang jadi korban akibat banyaknya sampah kita yang berakhir di laut. Semacem penyu yang kecugek idungnya, kuda laut yang kesangkut cotton bud, ikan yang kejebak di kemasan, bangkai paus yang isi perutnya berbagai macem plastik dll. Issue dan foto-foto ini bisa gampang banget dijumpain, dari mulai majalah, internet, tv, instagram, youtube sampai film. Sangking seringnya, akhirnya beberapa tahun lalu meluangkan waktu untuk nonton beberapa film dokumenter yang ada kaitannya sama laut dan sampah. 3 film yang masih lumayan kuinget dan bisa direkomendasiin adalah trashed, a plastic ocean dan a plastic wave. Semua film lengkapnya bisa dicari online. netflix / amazon / vimeo / youtube. Nah tapi kalau ada yang mau lihat-lihat dulu, bisa cek trailernya trashed dan a plastic ocean dibawah ini yaa,. sementara kalau a plastic wave bisa langsung ditonton full movienya dibawah 🙂

Buat saya yang mulai nerapin gaya hidup lesswaste karena perasaan suka terhadap hal-hal yang elok, bersih dan rapi, bukan karena berita-berita yang mengusik dan mengancam. Nonton film dan lihat foto-foto itu memang bikin mixed feeling buatku. Sedih, bingung, kaget, tertohok, merasa bersalah, merasa ga berdaya, semangat, pengen berubah, clueless dll. Tapi (sejujurnya kadang) tetep kerasa jauh. Mungkin karena lokasi latarnya yang ada didalem laut dan ga di indonesia, mungkin karena saya termasuk orang yang ga punya perasaan lebih sama binatang atau mungkin memang tipikal yang ga gampang terprofokasi dengan visual.

Tapi hal ini berubah ketika saya coba ikutan beach clean up di ancol.

Singkat cerita sekitar pertengahan tahun 2018, saya lihat ada postingan tentang beach clean up di instagram. Sempet pengen ikutan yang di bali dan lombok tapi ga kesampaian, pas ada acara serupa di jakarta tentu akan disempatkan waktunya walaupun harus agak didempet-dempet.

Fast forward ke hari H, dari rundown yang didapet, volunteer semuanya kumpul sekitar jam makan siang di pinggir pantai. Kali itu memang pertama kalinya buat saya dateng ke lokasi. Lumayan kaget karena jalan masuknya ga sama dengan kawasan ancol yang lain. Turun dari mobil tentu disambut panas matahari menyengat dan debu yang sangat masif tapi senang sekali karena langitnya cerah dan anginnya sejuk. Jarak antara tempat “drop off” dan venue acara memang lumayan jauh. Sampai ke pinggir pantai sekitar jam 12 (sungguh waktu yang pas untuk berjemur kan yaa), disana udah ada ratusan orang mulai ngambilin sampah.

Singkat cerita dan seinget saya, setelah proses registrasi (termasuk pengambilan pinjeman alat2 seperti sarung tangan, karung dll) semua volunteer dibagi group berdasarkan sampah apa yang diambil. Ada cukup banyak pembagian group tapi saya lupa tepatnya ada berapa. Yang saya ingat ada kelompok-kelompok yang harus ngumpulin plastik, kaca, karet, kemasan, dll. Saya dan muty kebagian untuk bersih-bersih kain. Sebelum mulai, kita berdua makan dulu biar ga lemes. Surprisingly ternyata htm 50ribu untuk ikut acara ini sudah termasuk hotdog panas dimakan hangat-hangat, berdebu di depan pantai dengan angin yang sejuk. Tentu hal yang jarang sekali bisa saya nikmatin di jakarta. Sambil makan, sambil mikir sotoy, “kayanya bakal ga rame nih ngambilin kain dipinggir pantai. Yang banyak pasti makanan dan minuman kemasan.”.

Taunya pemikiran itu memang sotoy hahahahhaha.

Ternyata ada banyaaaaak banget kain disana. Dari mulai kain potongan-potongan kain perca (yang ini parah sih masif banget banyaknya), baju seragam, jilbab persegi bahan paris, kebaya brukat utuh, celana pramuka sampe tas sekolah yang masih ada isinya. Ga butuh waktu lama buat saya dan muty menuhin karung goni yang disediain pantia pake limbah kain disana. Yang bahkan setelah acaranya selesaipun limbah kain yang ada di pantai masih tetap banyak banget. Nyatanya memang ga mampu di bereskan secara kuratif dalam waktu yang terbatas dan hanya dalam satu event.

Menurut saya kegiatan kaya gini sebetulnya ga efisien buat bersihin pantai. Berjam-jam disana bareng sama ratusan (atau ribuan) volunteer lain ga cukup buat bersihin sampah yang memang masiffff banget banyaknya disana. Tapi tujuan utamanya mungkin memang bukan buat bersih-bersih. Kegiatan kaya gini mungkin bisa sebagai pengingat yang ga terbantahkan kalo buat saya. Pengingat untuk lebih bijak sebelum mengkonsumsi sesuatu dan ga hidup seenaknya.

Kalau ada temen-temen yang juga pernah ikut beach clean up dan mau bercerita juga, atau siapa tau ada yang punya info untuk acara bersih-bersih kota,. mari mari berbagi informasi di kolom komentar bawah yaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *