TRAVELLING

#1 JEJU TRIP – tips, ticketing, tmoney, transport without taxi/rent car, airbnb and else

Setelah seminggu lebih mau nulis tapi di entar-entar melulu, hari ini tulisan ini justru ditulis dengan lancar di dalam mrt dari fatmawati menuju mayestik. Kadang-kadang mood emang ga jelas datengnya deh haha. Ohya, seperti biasa, cerita perjalanan ini akan kubagi kedalam beberapa blog dan (mudah-mudahan) video. Jadi nanti jika ada yang butuh, sila dicari berdasarkan judulnya yaa.

Liburan kemarin ini adalah perjalanan ke korea pertamaku dan kedua kalinya buat ija (yang pertama untuk kerja beberapa taun lalu). Karena awalnya ija ga peduli dan tertarik dengan korea, jadi saya punya kendali penuh untuk nentuin tempat tujuan, yang dimana agak bingung juga karena sebelumnya kupikir korea hanya sekedar kpop dan kdrama, etaunya lebihhhh dari ituu haha.

Setelah cari tau lebih banyak dari variety show, film, series, internet, blog, vlog dll secara random, singkat cerita akhirnya ada beberapa daerah di korea yang pengen dikunjungin : seoul, sokcho, busan, jeju, udo, gangwon-do, gyeongju, namyangju dll. Seriusan deh, kok ternyata banyak banget yang (keliatannya) menarik disana. Tapi hidup kadang memang tentang pilihan, karena keterbatasan waktu, duit dan tenaga, tentu saja saya dan ija harus pilih beberapa tempat aja supaya liburannya betul-betul bisa dinikmatin dan ga kerasa kaya dikejar-kejar waktu dan ambisi.

Setelah proses semedi dan diskusi, akhirnya urutan destinasi yang kami pilih adalah jakarta – jeju – udo – jeju – seoul – jakarta selama 16 hari, dan kami berdua happy dan sama sekali ga nyesel sama keputusan itu hehehee.

Ehya, banyak sekali gosip-gosip soal free visa ke jeju. Kemarin ini saya tetep bikin visa, karena dari jeju tetep lanjut ke seoul. Jadi maaf ya aku ndak bisa menjawab gossip ini huehuehe.

BUDGETING

Umumnya setiap ada kesempatan jalan-jalan, saya dan riza sama-sama sudah punya nominal maksimal untuk dialokasikan. Nominal alokasi jalan-jalan sengaja dibuat diluar pos tabungan, dana darurat, cicilan dan keuangan sehari-hari. Jadi pada dasarnya semua pengeluaran selama liburan harus diatur supaya ga melebihi nominal maksimal tersebut. Diluar itu, menurutku sebetulnya nominal berapapun bisa dipakai liburan, hanya tinggal disesuaikan ekspektasi, cara bersenang-senang, konsumsi, pemilihan tempat dllnya. Etapi ini hanya caraku dan riza saja yaaa. Belum tentu benar dan belum tentu cocok dengan yang lain.

Kalau mengenai budget liburan korea ini, saya coba bikin rangkuman pengeluaran general kami. Tentu saja perhitungan ini ditulis hanya dengan pengalaman 16 hari disana, jadi mungkin belum tentu akurat. Lalu, perlu diingat karena tipe perjalanan setiap orang berbeda, karena kebutuhan, kemampuan, selera dan gaya jalan-jalan tiap orang pasti beda-beda. Tapi semoga kotretan kecil ini bisa membantu temen-temen yang mau memetakan ngitung-ngitung budget utama yaa.

TICKET

Beruntung punya temen-temen yang suka traveling dan baik-baik, sebelum beli tiket saya nanya-nanya dan minta bantuan uung (ps: dia suka share tips travelnya di instagram dan blogpostnya, jadi bisa diintip juga siapa tau bisa membantu). Untuk cari-cari tiket murah, saya cari via  skyscanner . Setelah beberapa hari cari-cari, ujung-ujungnya sih airasia seperti biasa haha. Saya dapet harga 1,5jt untuk jakarta-jeju dan transit 2 jam di KL. Penerbangan jakarta-jeju (tanpa transit) kurang lebih 8jam, jadi saya rekomen banget untuk siapin download film/music/aktivitas apapun supaya ga bosen.

Setelah punya tiket, tahap selanjutnya tentu urus visa. Visa korea bisa diurus dan diakses via web kedubes korea. Beda sama visa jepang yang cenderung cepet dan mudah diurus, korea agak sedikit lebih lama. Kemarin butuh waktu 1-2 minggu sampe visa keluar, jadi saya rekomen banget untuk urus-urus dari jauh-jauh hari.

TMONEY

Satu kartu yang perlu banget dimiliki kalau mau ke korea tentu adalah tmoney. Bisa dipakai di beberapa daerah, termasuk jeju dan seoul (setauku di busan ga bisa). Kartu ini umumnya bisa untuk mengcover keperluan transportasi (bus/mrt) dan untuk belanja di beberapa swalayan, convience store dan supermarket.

Untuk dapetinnya, menurutku ga perlu beli di indonesia atau via travel agent, karena dijual diseluruh mini market seperti sevel, gs25, Cu dll. Di jeju airport, posisi gs25 ada deket gate 4. Disitu bisa langsung beli kartu tmoney (dalam keadaan kosong), harganya kalau ga salah sekitar 3000 won. Saranku langsung aja di topup sesuai kebutuhan masing-masing. Untuk gambaran, hari pertama di jeju, jam 2 siang saya isi 10000 won dan ternyata langsung kepake 4000 won untuk transportasi aja.

TRANSPORTATION

Awalnya saya pikir jeju ini pulau kecil yang bisa saya kelilingin pake sepeda, taunya salah. Jeju ini besar, terbagi beberapa kawasan dan destinasinya terpisah-pisah satu sama lain. Jeju ga punya mrt, jadi pilihan transportasi di jeju antara lain : sewa mobil, sewa motor, taxi, bus dan sewa sepeda. Dari banyaaak sekali blog/vlog yang saya lihat, umumnya mereka sewa mobil/taxi. Pas saya cek via skyscanner, kayak dan blog2 orang, harganya untuk sewa mobil, kurang lebih sekitar 80000 won – 280000 won / hari – max 4 orang. Otentu jiwa hematku ini langsung jiper hahhaha. Sempet juga mau sewa motor/sepeda aja tapi langsung batal pas liat accuweather bakal sering ujan bulan april di jeju. Jadi berhubung saya bukan orang yang bermasalah jalan jauh dan nunggu lama serta suka perjalanan yang santay dan tentu sesuai kantong, akhirnya pilihan tentu jatuh pada bus umum yang mengakomodir semua hal ituhaha.

Umumnya sekali naik bus di jeju tarifnya sekitar 1000 won – 2500 won (jangan lupa ditap 2x pas naik dan turun supaya ga berkurang terus nominal tmoneynya). Pilihan opsi bus umum ini sangat mempengaruhi pemilihan letak akomodasi dan destinasi, karena penyebaran haltenya yang belum merata dan makin menjauh dari pusat kota bus bakal semakin sedikit dan jarang yang lewat. Artinya perlu punya stok sabar lebih banyak dan lebih fleksibel juga sama itinerary. Selama disana saya dan riza bisa jalan jauh banget dan nungguin 10 menit-2 jam untuk naik bus. Ga semua halte ada screen time yang bisa ngasih estimasi waktu nunggu dan ga ada aplikasi yang bisa support dan umumnya sama sekali ga ada bahasa inggris atau bahasa latin jadi perlu sedikit effort untuk pelajarin.

Eh ya, highlight selama naik bus di jeju adalah busnya yang punya aroma unik dan supirnya yang super super semangat serta hebring pas nyetir dan nginjek remnya. Rasanya kaya dikocok asli!. Ija dari hari kedua udah mulai mual tiap naik bus sampe pucet. Puncaknya hari ke 4 udah istigfar aja nahan muntah padahal ga pernah-pernahnya mabok darat. Jadi saya rekomen banget untuk bawa minyak angin/essential oil/balsem/permen minta atau apapun yang bisa bikin kalian nyaman.

ACCOMODATION

Kaya yang udah dimention diatas, alternatif transportasi yang kita pilih, menurutku bisa berpengaruh banget sama tempat nginepnya. Sebetulnya saya pengen banget banget banget banget nginep di daerah seogwippo, tapi akhirnya batal karena airbnb yang diincer keburu dibooking orang lain, daerah sana susah dapet busnya dan takut ga bisa ngejar flight ke seoul nantinya. Akhirnya cari airbnb di downtown yang jarak ke halte cuma 1 menit aja dan deket dengan supermarket & pasar besar jadi gampang buat belanja bahan-bahan makanan. Untuk menjawab pertanyaan kenapa pakai airbnb atau gimana cara pakenya, bisa dibaca dengan seksama disini yaa.

Bicara tentang airbnb di korea, menurutku lumayan beda sama jepang. Kalo ukuran sih sama-sama mungil. Tapi featurenya beda. Disini umumnya kamar mandi cenderung basah karena ga ada pemanas antara kloset dan area shower. Lalu disetiap kamar biasanya dilarang untuk masak ikan bakar dan daging bakar atau apapun yang bisa ganggu secara aroma dan asapnya. Lantainya juga dilengkapin dengan pemanas, jadi kalo ada yang mau tidur di lantai pas musim dingin ga bakal masuk angin, paling pegel-pegel doaang. Yang ga suka kpop, sabar yaa, tiap nyalain tv kpop evertime everywhere. Dibanding airbnb seoul, jeju jelas lebih murah dan besar kalau dibandingin. Dan selama di jeju ini ga ada yang disesali dengan nginep di downtown, tapiii hasrat nginep di area seogwippo tentu masih ada. Jadi lain kali kalo ada rezeki dan kesempatan jalan-jalan kesini lagi mungkin akan pilih area seogwippo buat nginepnya.

Akhir kata, menurutku jeju ini tempat yang tenang, asri, menarik dan menyenangkan sekali. Tapiii memang bukan tempat yang friendly didatengin untuk orang yang pertama kali ke luarnegeri apalagi solo travelling. Orang-orang yang hidup disini umumnya orang tua yang sama sekali ga bisa bahasa inggris, tulisan informasi apapun umumnya juga masih ditulis dalam hangul dan untuk beberapa area bahkan bisa betul-betul ga ada orang sama sekali, jadi cukup sulit kalau mau bertanya.

Cerita soal jeju belum selesai dan akan kulanjut di blogpost selanjutnya yaaa. najung-e bwayo ~.

10 thoughts on “#1 JEJU TRIP – tips, ticketing, tmoney, transport without taxi/rent car, airbnb and else”

  1. mba astri kemarin tanggal berapa ke jejunya? saya rencana mau ke jeju juga pertengahan april tahun depan, apa masih bisa liat sakura blooming? dan bagaimana cuacanya saat itu?
    terimkash mba astri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *