CONSCIOUS LIVING DAILY LIFE SELF THOUGHTS

ABOUT MINIMALIST, DECLUTTER, LESS WASTE, AND ELSE

Sekitar setahun terakhir ini sepertinya saya suka denger berita baik tapi (sejujurnya agak) miskonsepsi tentang diri saya sendiri seputar gaya hidup dan nilai-nilai yang saya terapin dalam keseharian. Jadi sebetulnya walaupun saya sering menulis atau jadi narasumber untuk tema-tema ini, but i’m never refer myself as a minimalist or zerowaster.

Buat saya pribadi goalnya bukan untuk jadi seorang minimalist atau declutter masterzerowaster atau sejenisnya. Saya cuma pengen sesederhana ngadopsi hal-hal yang baik buat saya, masuk diakal saya, memungkinkan untuk saya terapin dengan kondisi dan keadaan sekarang sebagai bentuk self improvement. Tujuannya supaya punya hidup lebih balance, conscious, mindful, happy, nicer, easier and so on.

Iya, sesederhana itu aja kok hehe.

Nah tapi biar sekalian, di bawah ini saya mau cerita sedikit tentang gaya hidup yang saya pelajarin dan saya adopsi beberapa pointnya. Belum tentu yang saya tulis bener yaa hehe, soalnya semuanya hanya berdasarkan sudut pandang saya terhadap hal-hal yang saya pelajarin beberapa tahun terakhir.

 

MINIMALIST

 Kalau diinget-inget, rasanya beberapa taun terakhir ini kata “minimalis” lumayan sering banget muncul dimana-mana. Dari mulai untuk ngasih identitas desain, gaya suatu bangunan sampai lifestyle sehari-hari. Nah kalau ditilik ulang arti kata minimalist versi internet itu apa, kurang lebih jawabannya begini :
1. a person who favors moderate approach to the achievement of a set of goals or who holds minimal expectations forthe success of a program.
2. A practitioner of minimalism.

adj.

1. Of, relating to, characteristic of, or in the style of minimalism.
2. Being or providing a bare minimum of what is necessary.

Ide punya gaya hidup sederhana (plis jangan selalu diartikan secara harfiah ya hehe) sebetulnya sudah ada dari dulu, mungkin Mahatma Gandhi bisa jadi salah satu contohnya ditahun 40an. Kesimpulan ini saya baca pada beberapa artikel mengenai pandangan, gaya hidup dan barang-barang yang dia miiki pada saat itu. Kalau ada yang tertarik baca-baca juga, info tentang hal ini bisa dicari di internet yaa.

“Earth provide enough to satisfy everyone’s needs but not everyone’s greed”. or “Live simply, so that others may simply life”

Mahatma Gandhi

image : www.nobleprize.com

Puluhan tahun setelahnya modern minimalist movement mulai muncul, seinget saya disekitar tahun 2006-2007 lewat blog zenhabits dan mnmlist yang ditulis sama Leo Babauta. Setau saya, Leo adalah salah satu orang pertama yang memperkenalkan kembali soal gaya hidup minimalis modern padahal saat itu dia hidup dengan 6 orang anak. Beberapa tahun setelahnya muncul ryan and josh – the minimalist (salah satu blog dan podcast yang suka kuikutin), fumio sasaki dengan buku goodbye things, Dave bruno, Jenny Mustard dan masih banyaak lagi setelahnya.

Image : www.zenhabits.net

Setiap orang mungkin punya versi minimalist-nya sendiri. Tapi kalau versi para minimalists yang saya sebut blog dllnya diatas, (menurut saya) secara general gaya hidup minimalis (mungkin) dapat diartiin sebagai gaya hidup yang memaksimalkan manfaat dengan menyingkirkan barang-barang yang ga kita butuhin dan bikin kita seneng. Lebih fokus, lebih punya financial security yang baik, ngurangin stress dll. Tapi bicara soal meminmalisasi barang, ya cuma kita juga yang bisa nentuin barang apa yang perlu di keep.

image : www.theminimalists.com

Kalau bicara kecenderungan manusia terhadap gaya hidup, Sejauh yang saya pelajarin ada 3 tipe:

Minimalist, maximalist or in between.

Untuk orang-orang yang dulu kuliah di arsitektur atau desain mungkin akrab dengan 2 quotes ini (even if it is not very famous, I believe that it is equally important) :

“Less is more” – Ludwig Mies van der Rohe and “Less is bore” – Robert Venturi.

Image : www.archiobjects.org

(Buat saya) Menjadi minimalis bukan berarti hidup ga punya barang dan pake baju monokrom. Bukan juga berlomba-lomba dan berkompetisi mempunyai barang paling sedikit. Sejauh yang saya pelajari, mereka biasanya lebih berhati-hati mengkonsumsi sesuatu karena cenderung menghindari pola hidup yang konsumtif, obsesif dan impulsif dengan mengutamakan fungsi, kualitas, dan durabilitas.

Kalau ditanya apakah gaya hidup minimalist adalah yang paling baik?

Kalau dari sudut pandang lingkungan yang hubungannya dengan konsumsi berlebihan dan penangannya sampah, mungkin jawabannya bisa jadi. Tapi kalau dari sudut pandang general, mungkin menurut saya yang paling baik sih cari tau dulu sifat dasar dan tujuan hidupnya kearah mana, karena ga ada yang salah dengan gaya hidup apapun yang kita punya sekarang selama kita tanggung jawab.

ps : soal minimalist, maximalist or in between pernah saya bahas disini yaa.

 

DECLUTTER

Istilah declutter ini menjadi ramai dibicarakan mungkin semenjak ada Marie Kondo yang sukses dengan bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up : The Japanese Art of Decluttering and Organizing. Jadi kalau minimalism itu adalah life style about living with just the essentials, maka declutter itu adalah aksinya. Aksi untuk ‘menghilangkan’ barang-barang yang ga kita butuh dan ga kita suka. Eh ya, Menariknya setelah dipelajari lebih lanjut lagi, ternyata declutter ini ga melulu tentang benda fisik tapi juga digital, emotional, mental dan spiritual.

Image : www.dwell.com

Mungkin nanti (kapan-kapan) saya akan blogpost khusus buat bahas declutter, tapi sementara ini tulisan tentang decluttering termasuk decluttering 101 pernah saya tulis di webnya living loving dan sering juga saya share via instagram.

 

LESS WASTE / ZERO WASTE

Seperti biasaa, definisi zero waste bisa beda-beda bagi setiap orang, tapi sederhananya ini semacam gaya hidup meminimalkan atau meniadakan buangan limbah ke landfill dengan mengurangi dan mengganti alternatif konsumsi, memaksimalkan recycle, dan masih banyaak lagi. Gaya hidup ini setauku mulai dipopulerkan beberarapa tahun terakhir sama Bea Jhonson via webnya zerowastehome yang disambut dengan sangat antusias oleh banyak blogger dan praktisi, Seperti Lauren singer, Kathryn Kellogg, Anne Marie, dll. Yang akhirnya dalam waktu ga begitu lama, gaya hidup ini banyak dipraktekin world wide.

image : www.nationalobserver.com

Menurutku blog-blog ini menarik banget buat dibaca, Ada banyak hal sederhana yang bisa kita terapin dikehidupan sehari-hari, walaupun yang rumitnya juga ya banyaak hahaha.

Hal-hal yang gampang itu biasanya saya aplikasiin buat bantu nyederhanain limbah yang biasa saya produksi sehari-hari dengan lebih memperhatikan waste hierarchy yang sebetulnya sudah sering banget diajarin ke kita dari jaman sd. Nanti soal waste hierarchy mungkin akan kutulis di satu bahasan khusus yaa hehee semoga ga wacanaa.

image : www.smart-magazine.com

Hehe sekian sedikit cerita tentang gaya hidup yang suka aku comot-comot seenaknya buat diaplikasiin dikeseharian, kapan-kapan mungkin akan nulis lagi tentang ini hehe. Kalau ada yang mau berbagi soal blog atau buku bacaan tentang gaya hidup yang menarik, boleh sekali!! Kita ngobrol-ngobrol di kolom komentar yaaa.

 

Untuk lengkapnya, bisa dilihat video di bawah ini yaaa 🙂

18 thoughts on “ABOUT MINIMALIST, DECLUTTER, LESS WASTE, AND ELSE”

  1. Huaaah
    Kak atiiit, Aku seneng bgt baca hal2 yang Di share sama Kaka. Mau ga mau manusia emng harus beralih ke gaya hidup yang minimalist and zero waste, karena bumi udah terllu tua untuk mendukung hidup kita dengan gaya hidup yang hedonism.

    Smngat berkrya kak! Smngat untk share ilmunya. Smga makin banyak orng2 yang termotivasi buat hidup jadi lebih simple karena cinta sama bumi!!!!

    1. hai wardah! waa terimakasih sekaliii.
      etapi kalau buatku pribadi, minimalists atau zerowaste itu ga harus hehe. Setiap orang merdeka kok menentukan gaya hidupnya masing-masing selama bisa bertanggung jawab.

      makasih ya wardaaah aamiin, aamiin 🙂

  2. Makasih banyak udah ngeshare kak! 💗 Semoga aku bisa segera nerapin zerowaste juga, cape ngeliat sampah” yg ngga bisa didaur ulang ini huhu

  3. Hai ka Atiit, aku selalu pantengin IG story kaka loh. sangat inspiratif dan mudah untuk dilakukan. setiap liat IG story kaka mengenai pola hidup sederhana itu membuatku termotivasi memulai pola hdup tersebut, yah walau masih aksi yang kecil hehee.

  4. Hai, Kak Atiit.
    Senang banget baca artikel ini. Selain dapat sesuatu yang bisa diambil, aku juga jadi semacam menilik balik ke dalam diri aku, gimana sulitnya bedain antara needs sama desire. Semoga ke depannya bisa jadi conscious consumer. terima kasih, kak atiit. 🙂

  5. Aku seneng denger kecukupan dan tanggung jawab dari teh atit. Semoga terus menginspirasi. Sering-sering nerima acara di Bandung teh.

  6. Wah gaya hidupnya sejalan sama yg sy ingin wujudkan, intinya klo sekarang ini sy pengen hidup secara fungsional, yang nggak dibutuhin nggak usah dibeli. Thx for sharing.. 😘

  7. Haloo kak Atiit, aku mau tanyaa dong kakk hehehe.
    Aku sempet nonton video kakak di BukaTalks di Youtube, terus di akhir kakak mention tentang tahapan pola hidup yang kakak saat ini berusaha pakai yaitu: Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, & Reroot.
    Jadi, 6 tahapan itu sebenernya salah satu cara secara general mencoba Conscious Living / salah satu cara secara spesifik mencoba Zero Waste yah?

    Terima kasih kak Atiit! Tulisan-tulisan di blognya sangat bermanfaat:”)

  8. Haloo kak Atiitt, aku mau tanya dong hehehee..
    Aku sempet nonton kakak di BukaTalks Youtube, lalu di akhir video kakak mention tentang tahapan yang saat ini kakak usaha buat terapin yaitu Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Recycle dan Reroot.
    Nah 6 tahapan itu sebenernya salah satu cara mencoba secara general Conscious Living / salah satu cara mencoba secara spesifik Zero Waste ya kak?

    Terima kasih kaaak! Tulisan di blognya sangat inspiratif dan relatable:”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *