COOK & RECIPE DECLUTTERING & ORGANIZING WASTE MANAGEMENT

THINGS TO DO WITH FROZEN MEAT

Walaupun saya dan riza mulai ngurangin konsumsi daging sapi dan ayam, tapi yaa kita berdua memang suka dan masih nemu hari-hari pengen makan protein hewani.

Walaupun di rumah ga selalu ada stock daging, tapi kalo lagi ada kumpul keluarga atau temen, salah satu menu yang paling sering diminta tentu ya daging, entah itu buat yakiniku atau shabu-shabu.

Walaupun sebaik-baiknya makan daging yang fresh yang kita tau asal usulnya, tapi sejujurnya yang paling mudah didapet (olehku) memang yang frozen.

Sebetulnya sehari-hari saya hidup diantara orang-orang yang sudah mulai stop makan daging karena berbagai macam alasan, dari mulai kesehatan, pilihan personal, sampai alasan lingkungan hidup dan animal welfare. Tapi sejujurnya saya pribadi sampai hari ini masih belum ada rencana meniadakan daging dan kawan-kawannya di kehidupan bogana sih hehe. Sejauh ini yang saya terapin adalah meminimalisir konsumsinya. Secukupnya aja dan ga berlebihan. Selain perut dan badannya nanti ga nyaman, dompetnya juga ga nyaman kalo daging melulu muehuehueh.

Biasanya dalam pola konsumsi makanan mingguan, ada hari-hari dimana saya bisa jadi meat eater, sisanya kadang jadi vegan kadang jadi vegetarian. Yaa diatur-atur sendiri yang sesuai dan semampunya, sambil terus-terusan juga cari informasi yang valid tentang pola makan yang cocok dengan diri sendiri itu yang kaya gimana.

Rewind ke beberapa tahun yang lalu ketika saya masih ngerjain NIKU, cita-cita banget buat bisa dapet produsen sapi yang baik, bertanggung jawab dan sesuai sama nilai-nilai yang saya punya. Tapi nyarinya susaah banget, bahkan sampe sekarang saya belum nemu. Makanya saya mutusin untuk vakum dari NIKU hehe.

Ide untuk mengkonsumsi daging yang baik ini sebenernya jadi ide yang sulit saya terapin bahkan dikehidupan sehari-hari. Sejujurnya sebagai orang yang kadang-kadang masih pengen menikmati daging, beli daging beku itu kaya ide yang brilian. Murah, cepet, ga ribet dan gampang dicarinya. Segampang buka whatsaap dan order via online ke nika (temen/tetangga saya yang juga sedang bisnis daging beku “nikaskitchen” ), lalu dalam itungan menit sudah sampai dirumah, karena jarak rumah saya dan nika kayanya ga sampe 2 km.

Jadi di blog ini saya ga akan cerita asal usul frozen meat/frozen fish. karena setiap brand/rumah potong mungkin beda-beda dan saya ga punya data validnya tentang itu. Yes, we all know daging beku ga lebih baik dibanding daging segar. Tapi saya pribadi juga ga tau daging segar yang dipasaran itu sesegar apa, udah melalui proses apa aja dan kondisinya aktualnya gimana hehe. Diluar itu, saya lebih akan cerita tentang apa aja yang saya lakuin dirumah menyangkut frozen meat ya!

FIRST THING FIRST

Nah kayanya ini perlu disampaikan diawal deh hehe : saya bukan pro untuk bidang ini yaa. Yang saya lakuin mungkin banget ga sesuai dengan yang lain dan mungkin juga ada salahnya. Kalau ternyata kedepannya nemu informasi yang lebih baik nanti coba saya update hehe.

Jadi alesan kenapa saya order di nika memang sangat egosentris sih. selain bener-bener tinggal whatsapp aja, nika bisa pastiin dagingnya halal dan karena letak rumahnya deket, saya bisa request dikirim tanpa plastik (kecuali packaging dagingnya). dan karena dekat itu pula, daging masih bisa saya terima masih dalam keadaan beku. Walaupun kalau secara suhu ya sudah tetep kena suhu tinggi ya begitu keluar freezer. tapi seengganya ini lebih baik dari kalau saya beli diluar yang akan makan waktu lebih lama dan kena suhu tinggi lebih lama juga.

Paling pertama yang saya lakuin tentu cari-cari info tentang frozen meat. Nah tapi sejujurnya berakhir agak blunder untukku. karena penerapan setiap artikel yang saya baca dari setiap orang bisa beda-beda banget. Jadi saya hanya terapin yang sesuai nalar saya dan yang paling mungkin saya lakuin dulu aja. Sisanya kalau dapet informasi baru nanti bisa disesuaikan lagi ya?!,

beberapa hal yang suka saya lakuin menyangkut frozen meat :

  • Bikin plan untuk daging apa dimasak apa dan kapan biasanya bisa ngebantu saya bisa beli daging apa dan dalam kuantitas yang ga berlebihan. Plan yang dibikin ga perlu detail. cukup kira-kira aja.
  • Untuk produk yang dipackage untuk beberapa porsi sekaligu seperti ikan, sliced meat dll. biasanya saya taruh didalam food container dan dibagi perposi. Untuk sliced beef, kalau diterima dalam keadaan beku biasanya langsung saya potong pakai pisau yang super tajam untuk ngehindarin suhu tinggi lebih lama. Nah tapi kalau saya terima dalam keadaan sudah ga beku, biasanya saya pisahin satu persatu dan saya gulung untuk memudahkan pengambilan. Eh ya, semuanya ditaro di food container ukuran untuk sekali masak ya supaya ga bolak balik masuk freezer.

 

  • Untuk semua produk yang sudah dipackage perporsi kaya steak meat sih bisa langsung saya simpan aja di freezer tanpa harus dipindah tempat.
  • Saya rekomen banget untuk selalu simpan satu jenis daging per satu food container (jangan lupa harus ada tutupnya yaa).
  • informasi tentang cuci daging dulu atau ga sebelum distore emang banyak banget procons-nya. Kalau saya pribadi, saya ga pernah nyuci daging. apapun itu. Alasannya untuk menghindari cross contamination dan dalam airkan juga ada macem-macem bakteri yang bisa kontaminasi daging. Apalagi air sejatinya punya suhu lebih tinggi dibanding daging beku. Makanya penting banget juga sebetulnya untuk cari distributor yang seengganya concern juga dengan hal-hal kaya gini yang bisa kita percaya, bahwa frozen meat yang kita terima sudah dalam keadaan bersih. Kalau memang dirasa perlu banget banget untuk nyuci. Saya mungkin akan bilas daging dengan air panas tepat sebelum dimasak (daging sudah dalam keadaan suhu ruangan).
  • Intinya sih menurutku makin sedikit proses yang kita lakuin makin dikit juga kemungkinan kontaminasi dan defrostnya.
  • Karena sebisa mungkin minim proses, karena hal itu juga saya ga pernah kasih bumbu macem-macem kalo beli beku gini. biasanya saya bumbuin setelah defrost dan akan dikonsumsi aja. Beda dengan beli dalam keadaan suhu ruangan yang bisa langsung saya bumbuin dulu sebelum disimpan di freezer.
  • Kalau memang ada kecenderungan beli dalam jumlah yang banyak dan disimpen dalam keadaan yang lama, jangan lupa tulis juga tanggal belinya. Walaupun ga bisa jadi patokan banget karena toh ga tau juga umur aslinya berapa lama hehe.

HOW LONG TO KEEP

Berdasarkan banyak sekali info berseliweran di internet yang semua belum tentu valid kebenarannya, umur frozen meat adalah :

  • daging ayam utuh beku : 1 tahun
  • daging ayam potong beku : 9 bulan
  • daging ayam/daging sapi cincang beku : 2-3 bulan (bisa juga disimpan setelah ditumis bersama bawang)
  • daging sapi potong/steak : 5-6 bulan
  • daging ikan fillet : 3-4 bulan

Tapi tapi tapi masalahnya saya ga tau umur tepatnya daging beku (atau bahkan fresh/ga beku) yang saya beli itu berapa lama dan sudah melalui proses seperti apa aja.  Sebetulnya distributorpun belum tentu tau sih hehe, tapi ada baiknya ditanyakan juga sebelum membeli. Karena saya ga tau pasti umur dan prosesnya, saya ga bisa betul-betul nerapin yang sama dengan informasi yang saya dapet di internet. Menurut nalar saya, semakin cepat dikonsumsi tentu akan semakin baik.

THAWING

Freezing won’t kill bacteria, so use caution when it’s time to cook.

Setau saya cara defrost yang paling baik adalah dengan taruh di chiller 12-20 jam sebelum di eksekusi. Makin besar potongannya akan semakin lama. Salah satu alesan saya selalu siapin perporsi juga adalah untuk mempermudah proses ini. For the best flavor, most foods should be cooked immediately once thawed dan hindari keluar masuk freezer, apalagi kalau sudah sampai suhu ruangan.

 

But did you know vacuum-sealed, individually wrapped pieces of frozen fish/seafood also pose a risk for the bacteria?

saya sempet baca tentang bahaya botulism di vacuum sealed packaging. Tentang botulism itu apa dan bahayanya gimana, bisa dicari-cari sendiri yaa. Tapi singkat cerita si racun botulism ini hidup dikondisi rendah oksigen. Makin tinggi suhu, makin cepet racunnya terbentuk. Jadi salah satu cara yang bisa dilakuin adalah keluarin dulu frozen seafood dari vacuum seal supaya ketemu oksigen. Biasanya saya pindahin ke food container untuk proses pencairan ini, supaya bisa tetap ditutup. taruh di chiller dulu sehari sebelumnya sebelum dikeluarkan ke suhu ruang.

THING TO DO WITH WASTE

Hal terakhir yang tricky buat saya yang lagi belajar ngurangin sampah adalah plastik packaging pembungkusnya.

Sejauh ini yang bisa saya lakuin adalah dicuci sampai bersih, dikeringin dan dibuat ecobricks. Nah tapi sejujurnya proses ini makan waktu banget buat saya yang pemales. Sangking malesnya, sempet juga cuma dicuci dan dikeringin dan dirapihin digulung dan dikaretin, terus saya buang aja 🙁 hehe bukan contoh yang baik memang jangan ditiru yaa hehe.

Tapi sekarang ada alternatif lain, setelah dicuci dan dikeringin semua plastik ini bisa ditaro di dropping box Waste4Change. Nantinya semua plastik ini akan dipisah dan dikirim ke pabrik daur ulang.

Untuk mencapai hal yang ideal emang agak susah dan masih butuh proses ini itu buat saya. Being vegan/vegetarian atau beli daging grassfed beef langsung dari peternak yang membesarkan dengan penuh kasih sayang tanpa suntik dan obat atau vitamin macam-macam memang kedengarannya menarik, tapi sejujurnya saya ga tau harus dapetin dimana dan affordable serta bisa diterapin sehari-hari atau ga.

Kaya yang sudah ditulis diatas, sejauh ini saya hanya bisa berusaha untuk ga makan daging secara berlebihan dan saya cuma cerita apa adanya, bahwa kadang saya masih konsumsi daging beku dan cerita soal pandangan saya ngatasinnya didapur.

Dengan menulis tentang frozen meat ini sebetulnya bukan berarti saya mendukung orang makan daging berlebihan atau mendukung orang nyampah karena kemasannya.  Diluar itu menurut saya berbagi informasi soal daging beku mungkin bisa lebih ada manfaatnya karena toh konsumen daging beku juga tetap tinggi.

Kalau ada yang mau berbagi informasi tentang bagaimana cara mengatasi sampahnya atau tips trick seputar frozen meat bisa dishare di bawah yaaa.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *