PROJECT

RA HOUSE : 1st

Hai! halo kenalkan saya Astri, biasa dipanggil Atit, 29 tahun. Seorang freelancer arsitek dan tukang masak rumahan yang sedang mempelajari gaya hidup yang lebih baik (dari kemaren) dan berkelanjutan. Kalau jurnal ini umurnya panjang, mungkin nanti isinya akan seputar hal-hal itu hehe. Jadi, Setelah sekian lama berwacana untuk bikin jurnal, akhirnya kesampaian juga. Sebetulnya karena pada dasarnya saya bukan orang yang suka menulis, jadi hal ini bukan perihal yang mudah buat saya. Tapi kayaknya tetap harus dicoba ya?!.

Di tulisan pertama ini saya kayaknya akan memilih untuk cerita tentang mendesain dan membangun rumah beberapa bulan lalu. Itu adalah pertama kalinya saya dan Riza (suami saya) untuk bekerja sama membangun hal yang besar dan jangka waktu yang pendek tapi berdampak panjaaang. Karena kami hanya pacaran kurang dari sebulan dan menikah tanpa resepsi, Jadi proses “diskusi ketat” seperti ini menjadi hal yang super baru untuk kami.

Dengan waktu yang mepet, keinginan yang ga terbatas aka banyak mau ini itu dan duit yang pas-pasan, Saya sama Riza sepakat untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja. Karena basic saya adalah arsitek, saya bertugas untuk mendesain – menghitung RAB – cari material dll. Nah kalau urusan catat mencatat pengeluaran – mengatur budget – menghadapi tukang yang kadang ajaib, itu jadi tugas Riza. Awalnya ini bener-bener kaya proyek berdua sama Riza, sampai ditengah perjalanannya jadi banyak yang ngebantuin. Dari mulai Mang Lukie (sahabat Saya) yang ngelengkapin 3d tampak rumah ini, Ivan (sahabat Saya) yang ngasih tukang vinyl yang rapi, Decil (sahabat Saya) yang siang malem ditelfonin diajak diskusi soal desain, Mas Fadil (mandor) yang kerjanya oke banget sampai Panasonic yang randomly men-supply semua kebutuhan lampu. Rezeki bentuknya memang ga cuma uang yaa. Kadang justru bentuknya adalah orang-orang terdekat :).

Kalau diinget-inget, rasanya ga gampang untuk membangun rumah sendiri, ditempat baru dengan dana yang terbatas. tapi tentu saja seru hehe. karenanya setelah proses survey tanah intensif selama kurang lebih 6 bulan dan kami dapat tanah yang sesuai budget dan kriteria lain, saya mulai membuat berbagai macam alternatif desain. ada sekitar 27 alternatif sketch up di laptop saya sampai rumah ini jadi. Butuh alternatif sebanyak itu buat Saya yang bener-bener ga punya clue awalnya tentang rumah kaya gimana yang kami berdua butuhin. Luas tanahnya sendiri 99m2, dengan terbangun sekitar 65m2 untuk total dua lantai, kecil sekali ya?..hehe. Tapi rasanya besaran ini pas untuk kami berdua, untuk sampai beberapa tahun kedepan. Proses pembangunannya sekitar 4 bulan dan harus tepat waktu karena kalau kelebihan bisa over budget.

 

Rumah ini kami namakan RA house, karena nama kami berdua aja sih. Karena rumah ini benar-benar dibuat untuk mengakomodir kebutuhan dan kebiasaan dan keinginan dan rencana-rencana kami berdua. Sampai hari tulisan ini ditulis, RA House ini belum 100% selesai. Rencananya pelan-pelan sambil nabung bakal sambil ngelengkapin yang belum beres. Nah cerita secara generalnya begitu. Sementara untuk detail2 lainnya Nanti akan dibahas satu-satu di jurnal ini sedikit demi sedikiit yaa. see you soon!!

6 thoughts on “RA HOUSE : 1st”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *